Puisi Sentris

Kumpulan puisi, pantun dan nasehat orang tua-tua di Maluku

Sajak Palu dan Batu

Senja gugur bersama daun-daun ketapang memerah di atas jalan beraspal

Satu perjalanan hari menuju malam nan dingin pada tanah berbukit batu

Tatkala palu pemecah batu berhenti beradu dan lampu-lampu mulai dinyalakan

Di situ langkah-langkah terhenti bersimbah letih

 

Jemari dan telapak tangan perih pedih adalah sahabat palu

Tidak pernah lagi kugengam tangan kekasih seerat gagangnya dan gagang cangkir kopi

Takut aku membelai wajah anakku sebab di sana akan tertinggal goresan

sebab telapak tangan bagai cadas

 

Aku mengeringkan keringat sambil menelan senja bersama kopi hitam dan gelap yang mulai mengental

Lalu memulai satu lagi permainan malam

Jika batu bisa berlari maka akulah pemburu yang mengendap-endap di sepanjang sungai kering

Mungkin sesekali akan mengerling lalu tanpa bergeming menatap tajam ke depan

 

Serasa sedang menerima berjuta kasih

Aku berterima kasih kepada batu atau entah kepada siapa yang menjadikannya ada

Sekalipun hari-hari membatu bersama palu

Batinku tidak menjadi satu batu

Sejarah Para Penipu

Aku menulis cerita di atas tanah merah
Membantah cerita ibu guru dalam marah
Ia penipu yang payah
Ia mungkin juga tertipu sejarah

Ibu, benarkah cerita pahlawan besar?
sejatikah cerita lubang besar?
Kau patut disebut pembohong besar
Kau pantas dibantah dengan suara kasar!

Akan kuperah keluar isi otak
biar semua ceritamu kutaruh dalam kotak
sebab aku sudah penat, aku sudah muak
Sejarah para penipu sudah terkuak

Aku menuang sejarahmu dalam gelas tuak
Supaya kuteguk sampai mabuk
lalu pagi membawanya keluar bersama bau busuk
saat air kencing  jatuh tertumbuk

Ibu, kau payah!
Kita tertipu sejarah!
Ibu, otak kita dijarah!
Sekarang mari kita perah!

AKU MARAH

Sumpahi aku biar mati

jika tidak kamu akan kuludahi

sebab marah telah kau taruh

bagai lahar dalam Merapi

Benamkan aku di palung samudra

tapi jangan di Laut Banda

sebab bagai pulang dari kembara

aku kembali jadi berapi Read more…

Mungkin Kami butuh Cinta yang Banyak

Mungkin Kami butuh Cinta yang Banyak

– Sebait doa –


Dalam damai yang sepenggal aku meminta

Tuhan, sebelum Engkau mati tertikam pemberontakan manusia

Maka berikanlah kami cinta yang banyak

agar ada sisa untuk mencintai sesama

saat sudah habis semua cinta kami berikan pada diri sendiri, agama, sekeping kebenaran, dan keyakinan

dan tambahkan lagi sedikit cinta untuk kembali menemukanMu

sebab Engkau adalah cinta itu

Tuhan, mungkin kami butuh lebih banyak lagi cinta!

Manifesto Politik Kaum Intelektual

Manifesto Politik Kaum Intelektual

sebuah puisi


semua kata-kata tentang diri kutuliskan dengan huruf kecil

sebab semua orang punya kata tentang diri

tetapi tentang PENGKHIANATAN ini kutulis dengan huruf kapital

dan akan kupajang agar tetap jadi pengingat

 

sebab menjadi alat kekuasaan yang menindas adalah dosa

sedangkan memikirkan kejahatan adalah pengkhianatan

saat penderitaan rakyat jelata merajalela

maka berdiam diri adalah tercela

Read more…

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.